PIAGAM KOMITE AUDIT

I.Pendahuluan

      • Dalam rangka menjaga dan mengamankan kegiatan usaha PT. Mandiri Tunas Finance, serta memberikan landasan dan pedoman bagi Komite Audit, yang merupakan komite yang membantu tugas Dewan Komisaris dalam melaksanakan fungsi oversight-nya terutama dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan, efektivitas pengendalian internal atas pengelolaan perseroan, dan ketaatan terhadap undang-undang serta peraturan yang berlaku, maka dengan ini ditetapkan Piagam Komite Audit PT Mandiri Tunas Finance / Audit Committee Charter. Piagam Komite Audit disusun berdasarkan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal No.KEP-29/PM/2004 tertanggal 24 September 2004, perihal: Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit.



    • II.Tujuan Pembentukan Komite Audit
      • Komite Audit dibentuk dengan tujuan untuk membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan peran pengawasan perseroan, terutama dalam hal:
        1. Meningkatkan kualitas laporan keuangan.
        2. Memastikan efektivitas sistem pengendalian internal yang dapat mengurangi kesempatan terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan perseroan.
        3. Mengawasi kualifikasi dan kemandirian fungsi internal dan eksternal audit untuk meningkatkan kinerja dan efektivitas fungsi internal audit maupun eksternal audit.
        4. Mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris, termasuk kepatuhan perseroan terhadap undang-undang dan peraturan yang berlaku.



    • III.Kedudukan
      1. Komite Audit dibentuk oleh Dewan Komisaris dan bertanggung jawab langsung kepada Dewan Komisaris.
      2. Komite Audit bekerja secara kolektif dan melaksanakan tugasnya secara independen terhadap manajemen perseroan.
      3. Komite Audit melaporkan hasil temuan dan evaluasi yang telah dilakukannya kepada Dewan Komisaris.



    • IV.Keanggotaan
      1. Struktur Komite Audit
        • Keanggotaan Komite Audit terdiri dari sekurang-kurangnya 1 (satu) orang komisaris independen dan 2 (dua) orang anggota.
        • Ketua Komite Audit adalah salah seorang anggota komite audit yang merupakan komisaris independen perseroan.
        • Anggota Komite Audit adalah tenaga ahli yang bukan merupakan pegawai perseroan dan tidak mempunyai keterkaitan finansial dengan perseroan.
      2. Persyaratan Keanggotaan Komite Audit
        • Memiliki integritas yang tinggi, kemampuan, pengetahuan dan pengalaman yang memadai sesuai dengan latar belakang pendidikannya serta mampu berkomunikasi dengan baik.
        • Paling sedikit salah seorang dari anggota Komite Audit harus memiliki latar belakang pendidikan akuntansi atau keuangan.
        • Memiliki pengetahuan yang cukup untuk membaca dan memahami laporan keuangan.
        • Memiliki pengetahuan yang memadai tentang peraturan perundangan di bidang pasar modal dan peraturan perundang-undangan terkait lainnya.
        • Bukan merupakan orang dalam Kantor Akuntan Publik, Kantor Konsultan Hukum atau pihak lain yang memberi jasa audit, jasa non audit dan atau jasa konsultasi lain kepada perseroan dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir sebelum diangkat oleh Dewan Komisaris.
        • Bukan orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin atau mengendalikan kegiatan perseroan dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir sebelum diangkat oleh Dewan Komisaris kecuali Komisaris Independen.
        • Tidak mempunyai saham baik langsung maupun tidak langsung pada perseroan.
        • Tidak mempunyai :
          • hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal dengan Komisaris, Direksi atau Pemegang Saham Utama perseroan, dan atau
          • hubungan usaha baik langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan kegiatan usaha perseroan.
      3. Masa Tugas
        • Anggota Komite Audit diangkat dan diberhentikan oleh Dewan Komisaris. Penggantian anggota Komite Audit dapat dilakukan secara bertahap dan atau tidak bersamaan.
        • Masa tugas anggota Komite Audit tidak boleh lebih lama dari masa jabatan Dewan Komisaris sebagaimana diatur dalam anggaran dasar dan dapat dipilih kembali hanya untuk 1 (satu) periode berikutnya.
        • Ketua Komite Audit berhak mengusulkan calon pengganti, honorarium, dan tunjangan anggota Komite Audit jika salah seorang dari anggota Komite Audit berakhir masa tugasnya, penggantian bertahap/ tidak bersamaan, mengundurkan diri, atau diberhentikan.



    • V.Wewenang Komite Audit
      1. Anggota Komite Audit wajib mengenal serta memahami peran dan tanggung jawab sesuai dengan Piagam Komite Audit, yang merupakan Pedoman Kerja Komite Audit.
      2. Komite Audit menerima otoritas dan penugasan dari Dewan Komisaris dengan memperhatikan peraturan yang terkait dengan pasar modal.
      3. Dalam menjalankan tugasnya Komite Audit berwenang untuk mengakses catatan atau informasi tentang karyawan, dana, aset serta sumber daya perseroan lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya.
      4. Komite Audit berdasarkan surat tugas dari komisaris, memiliki hak akses atas informasi yang ada di perseroan dari direksi, internal audit dan semua satuan organisasi perseroan bila terjadi kasus/ indikasi penyimpangan dimana komite audit perlu meneliti atau mengklarifikasi kasus-kasus tersebut.
      5. Komite Audit dengan persetujuan komisaris dapat meminta saran dan bantuan dari tenaga ahli dan profesional lain atas beban perseroan.



    • VI.Tugas dan Tanggung Jawab
      • Komite Audit bertugas untuk memberikan pendapat kepada Dewan Komisaris terhadap laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris, mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian komisaris, dan melaksanakan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan tugas Dewan Komisaris antara lain meliputi :
        • Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan oleh perseroan seperti laporan keuangan, proyeksi dan informasi keuangan lainnya.
        • Melakukan penelahaan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh internal maupun external audit.
        • Melakukan penelahaan atas ketaatan perseroan terhadap peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan kegiatan perseroan.
        • Memberikan rekomendasi mengenai penyempurnaan sistem pengendalian intern perusahaan serta pelaksanaannya.
        • Melaporkan kepada Dewan Komisaris berbagai risiko yang dihadapi perusahaan dan pelaksanaan manajemen risiko oleh Direksi.
        • Melaksanakan tugas yang diberikan oleh Dewan Komisaris sepanjang dalam lingkup tugas dan kewajiban Komite Audit.
        • Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi perseroan dan hanya digunakan untuk kepentingan pelaksanaan tugas.



    • VII.Hubungan Dengan Pihak Yang Terkait
      1. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, Komite Audit berkomunikasi dengan eksternal auditor, internal auditor dan manajemen perseroan.
      2. Peran Komite Audit dalam hubungannya dengan eksternal auditor adalah :
        • Melakukan review atas pekerjaan eksternal auditor.
        • Membahas hasil audit dengan eksternal auditor.
        • Apabila diperlukan, Komite Audit dapat melakukan pembahasan atas hasil audit dengan manajemen, eksternal auditor dan internal auditor.
        • Melakukan review kinerja eksternal auditor untuk memastikan kepatuhan eksternal auditor terhadap standar professional yang berlaku, termasuk independensi eksternal auditor.
      3. Peran Komite Audit dalam hubungan dengan Internal Audit adalah :
        • Menerima dan mereview laporan auditor internal.
        • Memonitor tindak lanjut hasil internal audit.
        • Meminta internal audit untuk melakukan pemeriksaan khusus/ tertentu dengan izin dari Dewan Komisaris.
        • Memberi masukan mengenai isi Internal Audit Charter/ Piagam Internal Audit.
        • Berkoordinasi dengan internal audit dan eksternal audit sehingga dapat dicapai hasil audit yang komprehensif dan optimal.
        • Mengkaji laporan internal audit yang berkaitan dengan benturan kepentingan, dan atau perbuatan melanggar hukum.
      4. Peran Komite Audit dalam hubungannya dengan Manajemen Perseroan adalah :
        • Mengevaluasi kecukupan pengungkapan hal-hal yang bersifat material dalam Laporan Keuangan perseroan.
        • Menilai kecukupan pengendalian intern dan kebijakan manajemen risiko perseroan.
        • Menilai kebijakan perseroan berkaitan dengan kepatuhan terhadap peraturan internal maupun eksternal perseroan yang berlaku, kode etik (code of conduct) dan benturan kepentingan (conflict of interest).
        • Memastikan bahwa manajemen perseroan melaksanakan tindak lanjut atas rekomendasi dari internal audit dan eksternal audit.
        • Mengidentifikasi dan memantau permasalahan yang memerlukan perhatian dari Dewan Komisaris.
        • Mengundang manajemen perseroan untuk hadir dalam rapat komite audit apabila diperlukan.



    • VIII.Rapat Komite Audit
      1. Rapat Komite Audit Triwulanan dilaksanakan empat kali dalam satu tahun, dengan jadwal yang ditentukan, dan fokus pada pembahasan Laporan Keuangan (Neraca dan Laba Rugi) dan Kinerja Perseroan Triwulan.
      2. Rapat Bulanan Komite Audit dilakukan sekali pada setiap bulan apabila diperlukan, dengan agenda rapat yang telah disepakati sebelumnya. Rapat bulanan tidak diadakan di bulan dimana diadakan rapat triwulanan. Fokus rapat bulanan adalah pada pembahasan hasil General Audit Internal.
      3. Ketua Komite Audit dapat mengundang Dewan Komisaris, Direksi, Internal Auditor, Eksternal Auditor, Wakil Pemegang Saham dan pihak lain yang diperlukan untuk hadir dalam rapat.
      4. Hasil rapat Komite Audit dituangkan dalam Risalah Rapat yang ditandatangani oleh seluruh anggota Komite Audit yang hadir dan Risalah Rapat didistribusikan kepada seluruh peserta rapat untuk mendapat perhatian dan tindak lanjut.
      5. Komite Audit dapat hadir dalam rapat Dewan Komisaris atau rapat gabungan Dewan Direksi dan Dewan Komisaris apabila diperlukan.



    • IX.Laporan
      1. Komite Audit membuat laporan atas setiap penugasan khusus yang diberikan oleh Dewan Komisaris.
      2. Apabila Komite Audit menemukan hal-hal yang diperkirakan akan mengganggu kegiatan perseroan dan bersifat material, Komite Audit akan melaporkannya kepada Dewan Komisaris.
      3. Komite Audit membuat Laporan Tahunan pelaksanaan kegiatan Komite Audit kepada Dewan Komisaris.



    • X.Konflik dan Kode Etik
      1. Untuk menghindari timbulnya konflik, Komite Audit berpegang teguh pada prinsip-prinsip Good Corporate Governance yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan kewajaran / fairness.
      2. Dalam menjalankan tugasnya, Komite Audit Perseroan berpegang teguh pada kode etik profesi, baik yang terkait dengan keahlian masing-masing anggota Komite Audit, maupun kode etik profesi Komite Audit.



    • XI.Lain-lain
      • Piagam Komite Audit ini dapat ditinjau secara berkala untuk disesuaikan dengan perkembangan peraturan yang berlaku.

 

Jakarta, 12 April 2012
PT MANDIRI TUNAS FINANCE
KOMITE AUDIT