Plus

MTF Optimistis akan Pulih di Triwulan Ketiga, Salurkan Pembiayaan Rp 8,84 Triliun di Semester Pertama 2020

MTF Optimistis akan Pulih di Triwulan Ketiga, Salurkan Pembiayaan Rp 8,84 Triliun di Semester Pertama 2020

Jakarta, 5 Agustus 2020 – Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan krisis perekonomian global dan berdampak bagi aktivitas dan mobilitas seluruh masyarakat, dimana MTF terus mendukung proses melakukan pemulihan ekonomi nasional sejalan dengan program pemerintah untuk mengatasi dampak tersebut. PT Mandiri Tunas Finance (MTF) tetap menjalankan perannya dalam membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan kendaraan bermotor secara selektif dan berhati-hati, dan berupaya mempertahankan posisi perusahaan tetap kuat terutama dari sisi finansial, yang tercermin dalam Laporan Keuangan Tengah Tahunan per 30 Juni 2020 yang dirilis beberapa waktu yang lalu.

Direktur Keuangan MTF Armendra mengatakan, “Kami berupaya dapat membantu pemulihan perekonomian nasional dari sisi penyaluran pembiayaan kendaraan bermotor di masa krisis dengan cara selektif dan hati-hati. Kami yakin masih ada beberapa sektor dan customer yang tetap memerlukan pembiayaan, dimana per akhir Juni 2020, MTF berhasil menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp8,84 triliun.”

“Dampak pandemi Covid-19 terasa di triwulan kedua tahun 2020, dimana pembiayaan baru turun signifikan mulai bulan April 2020. Namun kami optimistis di triwulan ketiga perekonomian akan mulai pulih, dengan adanya berbagai upaya Pemerintah untuk menangani Covid-19, seperti relaksasi terhadap penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pembentukan Komite Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional, diawali adanya trend peningkatan new lending MTF antara 13-25% dari Mei hingga Juli 2020," Armendra menambahkan.

Sedangkan total piutang pembiayaan yang disalurkan MTF selama periode semester I tahun 2020 sebesar Rp16,22 triliun, turun 4,74% sejalan dengan adanya penurunan pembiayaan. Sementara total pendapatan yang diperoleh MTF selama semester I tahun 2020 mencapai Rp1,47 triliun, turun 10,40% dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 sebesar Rp1,64 triliun, sejalan dengan penurunan pembiayaan dan pelaksanaan restrukturisasi. Penurunan pendapatan ini antara lain dikarenakan adanya restrukturisasi pembiayaan senilai lebih dari Rp12 triliun berupa penundaan angsuran selama 6 bulan. Kendati demikian, dalam periode semester 1 tahun 2020, MTF pun mencatatkan laba operasional sebesar Rp371,78 miliar.

Armendra menjelaskan, ”Akibat dari pandemi Covid-19 telah dirasakan oleh seluruh dunia usaha, tak terkecuali MTF. Kami telah meminimalisir dampak tersebut dengan melakukan berbagai upaya, antara lain melakukan efisiensi secara maksimal pada beban biaya Perusahaan. Kami juga tetap memastikan agar likuiditas tetap terjaga baik, dimana keseimbangan antara penerimaan dan pengeluaran masih positif. Sehingga kita masih tetap mampu memenuhi kewajiban finansial kita kepada kreditur atau pihak terkait. Sejauh ini, risiko likuiditas Perseroan dapat dikelola dengan baik karena kami memperoleh dukungan keuangan yang kuat dari Bank Mandiri melalui skema pembiayaan bersama.”

Dalam hal permodalan, pengelolaan permodalan dilaksanakan MTF sesuai ketentuan POJK No. 35/POJK.05/2018 tanggal 27 Desember 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan. Salah satunya adalah menjaga gearing ratio, yaitu jumlah pinjaman yang dimiliki Perseroan dibandingkan modal sendiri dan utang subordinasi dikurangi penyertaan.

“MTF senantiasa menjaga jumlah maksimum gearing ratio lebih kecil dari ketentuan yang ditetapkan melalui analisa alternatif pembiayaan baik melalui pinjaman bank, penerbitan obligasi ataupun optimalisasi dana joint financing. Per akhir Juni 2020, gearing ratio MTF sebesar 5,34 kali, di bawah batas ketentuan maksimal yakni 10 kali,” ungkap Armendra.

Beberapa rasio keuangan tetap berada dalam posisi yang baik antara lain rasio permodalan 22,31%, rasio ekuitas terhadap modal disetor 977,31%, dan rasio piutang pembiayaan terhadap total asset 95,34%. Sedangkan rasio non-performing financing (NPF) - gross MTF per akhir Juni 2020 berada pada posisi 3,71%. Laporan keuangan tengah tahunan Semester I 2020 MTF selengkapnya dapat diakses di website www.mtf.co.id.